« Home | Hfffiuhhhh » | about religion » | Lazy Sunday mornin' » | U-uh » | Without you » | confused! » | The abduction of Persephone » | homework...oh homework » | 10 Good Things of Being Sick » | For those who sleep with tears in their eyes »

Just A Thought

Selama ini, gue selalu terkagum2 dan penasaran, selalu ngerasa pengen tau lebih jauh tentang proses dimana seseorang mencintai orang lain, dan sampai di titik dimana dia rela melakukan apapun untuk kebaikan orang yang dia cintai, bahkan untuk mengorbankan nyawa sekalipun.
Mungkin agak2 kerasa aneh/awkward buat ngediskusiin subjek ini, tapi gue cuma pengen tau.
Untuk orang2 yang udah pernah ngejalanin atau sedang ngejalanin proses tersebut, sepertinya prosesnya panjang yah...
Now keep in mind that panjang bukan berarti memakan waktu lama. Enggak. Kadang2 intensitas proses itu mencapai taraf yang lumayan tinggi sehingga semuanya nggak makan waktu lama.
Correct me if I'm wrong, tapi setiap orang bakal ngelaluin pengalaman ini dengan proses yang beda2. Ada yang didukung oleh lingkungan sekitarnya dan ada juga yang harus berjuang sendiri/bedua dg pasangannya.
I congratulate those who are able to go through that process and be together in the end. Your efforts pay in the end and that's called happy ending =)
Tapi, gimana dengan yang nggak berhasil/tau nggak akan bisa bareng dari awal?
Sekarang gue pengen tau, gimana caranya ngelupain, atau nyia2in sesuatu yang berharga banget, sesuatu yang mampu membuat kita rela ngelepas nyawa sekalipun?
Kalau emang nggak ditakdirkan buat jadi satu, kenapa mereka "dibiarin" buat jatuh cinta in the first place?

Aloo

Lagi iseng. Gpp ya? Gak bisa tidur ni...

They say, "Mencintai bukan berarti harus memiliki." Sucky quote.

They also say, "You can love someone from afar." Another sucky quote.

I think sometimes it's okay to put yourself first above the rest as long as you're ready with the consequences. It all depends on how far you're willing to sacrifice all of the things in order to make yourself happy. ;D

Tapi gak usah ngorbanin nyawa ..hehehe...bc you can't make someone love you as much as you beg, cry, or pull your hair (naon deui?)..gitu lah pokoke..

Just my 2 cents.

yep...i guess that's right. time heals things.. :p

cara ngelupa'in?

mmh.. dari pengalaman sih, semua barang2 yang menyangkut ttg 'dia' gw masukin tas kresek trus gue lempar ke gudang (ato kalo baju/barang bisa disumbangin ke yang kurang mampu). Gak gw buka selama bertaun2.
Closed Book. The End.
Dibuka lagi kalo udah ada gantinya hehehe...

kenapa gak bersama masih dijadi'in satu?
yah.. biar bisa buat blajar.
biar bisa bersyukur, ternyata yang 'jadi' tuh emang lebih pas/cocok daripada yang enggak jadi.

hehehe.. gw juga 'amateur' soal ginian. kayaknya yang udah merit bertaun2 lebih bisa ngasi jawaban yang pas kali yah??? :-)

Post a Comment